Film Joker memainkan emosi



Hallo gaeeesss…
Dalam ulasanku kali ini, aku ingin meriview film Joker yang sedang marak-maraknya beredar di social media. Khususnya istilah kata-katanya “Orang jahat berasal dari orang baik yang tersakiti.”

Selama menonton film ini, awalnya ekspresi Athur yaitu tokoh pemeran utama dalam film Joker ini. Membuat hatiku prihatin padanya.

Mengetahui dia menjalani hidup yang begitu berat, dimana menjadi seorang badut untuk bertahan hidup. Sering di olok-olok oleh orang lain. Merawat ibunya sendirian. Ditambah lagi Athur memiliki sakit mental yang membawanya berujung pada orang-orang semakin membencinya. Hal itu membuat dirinya semakin sakit. Ditambah lagi mengetahui sosok ayahnya sebagai seorang pejabat, kemudian mencampakkan ibunya dan tidak peduli pada mereka.

Tapi sungguh, aku pribadi tidak menyukai film ini. Walau sebenarnya aku menikmatinya di awal. Alasanku adalah memang benar Athur selalu sebagai korban dalam film ini. Tapi tidak dibenarkan juga membalas kejahatan orang lain itu dengan cara membunuh atau menghabisi nyawa setiap orang yang berprilaku jahat padanya.

Athur dalam film ini berhasil memainkan peran ekspresi wajah yang sangat luar biasa sehingga mampu membuat emosiku di cabik-cabik olehnya. Yang awalnya aku sangat prihati padanya namun saat hampir memncapai akhir cerita aku dibuat kecewa olehnya. Sosok Athur dalam film ini sangat mengerikan. Benar-benar tidak bisa di tebak jalan pikirannya.

Comments